Tanggal 08.12.2008 lalu anjing dan babi mengejek sapi dan kambing yang dijadikan korban. Giliran tanggal 25.12.08 kemarin mereka bertemu di surga, kambing dan sapi bilang : ” Mending kami dipotong untuk dibagikan kepada banyak orang tapi kalian dipotong untuk kalangan sendiri “ Selamat Hari Natal 08 dengan semangat berbagi kasih untuk sesama ” Dari Finish, Fenny, Edwin dan Rafael.
Demikian salah satu ucapan Selamat Natal yang paling saya anggap the best, yang dikirim oleh adik saya Finish di Nabire, Papua ; dari sekian banyak ucapan yang saya terima baik melalui sms dan e-mail. Ucapan diatas saya kutipkan bagi Anda karena mengandung pesan khusus dari sekedar kita tertawa saat membacanya.
Kita harus jujur kekristenan kita belum membumi untuk mampu memberikan jawaban bagi setiap permasalahan masyarakat dimana kita berada. Kita harus jujur kekristenan kita masih kita tempatkan di dalam lingkaran dalam atas nama alasan ekslusifitas yang sejatinya tidak pernah diperintahkan sekalipun oleh Bapa. Dengan kata lain kekristenan itu kental, pekat dan bau dengan jargon bernama : Untuk Kalangan Sendiri. Injil dimandulkan. Injil dipreteli kuasaNya. Injil dimarginalisasikan.
Sungguh saya penasaran sejak kapan kita akrab dengan jargon sialan di atas, saya pernah banyak bertanya pada para Hamba Tuhan dan tokoh-tokoh agama dan sebagian diantaranya para pejabat sinode. Kesimpulan yang saya dapat jargon timbul oleh sebab iklim yang tidak kondusif untuk gereja-gereja. Jargon itu digunakan sebagai pintu darurat dari segi hukum, kalau-kalau ada pihak yang menuntut. Itu kesimpulan pertama yang intinya dalam hal-hal tertentu masih dapat diterima. Kesimpulan kedua adalah bagi sebagian saudara seiman yang suka menyampaikan Firman Tuhan tanpa hikmat dengan menafikan realita kemajemukan, jargon ini dipakai sebagai pelampung penyelamat. Jadi kesimpulan akhir jargon Untuk Kalangan Sendiri pada awalnya lebih merupakan hal praktis dan jauh dari esensi pokok katakanlah hal-hal yang bersifat dogmatis.
Cuma gawatnya manakala jargon ini dihidupkan oleh ke-egoisandan persaingan kelompok antar denominasi, birokrasi organisasi, relatifitas pengungkungan kebebasan beragama dan sebagainya ; maka hampir sebagian besar kalangan kristen masih tetap mengibarkan jargon ini baik disadari maupun tidak disadari. Akibatnya jelas sekali seperti yang kita rasakan dan alami baik itu di gereja tempat kita beribadah, di persekutuan dan dimana-mana ; akibatnya kita merasa diri kitalah yang paling layak buat masuk surga. Oh, alangkah kejamnya orang-orang kristen ! Teriak Bpk. Daniel Alexander dalam khotbahnya di Malang pada minggu pertama bulan Desember ini.
Maka ketika tahun 2009 sudah diambang pintu. Tahun yang sarat tantangan dan bahkan beberapa diantaranya apa yang diistilahkan Krisis Global sudah terasa dampaknya di negara kita. Sesungguhnya inilah saat yang paling tepat untuk kita melakukan evaluasi, upaya revitalisasi dan reposisi makna kekristenan sejalan dan seturut dengan rencana Bapa. Dan ajaibnya, rencana Bapa senantiasa mengarah keluar, senantiasa bersifat inklusif dan selalu ditujukan kepada sesama.
Anda jangan berkhotbah, cukup lakukan tindakan kasih yang nyata bagi sesama yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus. Tambah Bpk. Pdt. Sudi Dharma melalui pesan Natalnya tanggal 25.12.2008 di GBI Diaspora, Malang. Kita kerap latah berkhotbah agar orang bertobat dan masuk kristen dengan diming-imingi bantuan materi. Kekristenan yang dibeli model seperti ini alangkah dangkal dan kurang ajar. Karena secara inheren kita sadar kekristenan itu bukan agama, bukan kelompok dan bukan identitas diri. Tapi lebih dalam lagi yaitu gaya hidup dan hubungan pribadi dengan Tuhan. Jika Bapa hidup di dalam diri kita, maka dengan sendirinya Injil dapat disampaikan. Soal mau tobat, mau kagak ; itu urusan Bapa dengan yang bersangkutan.
Mari kita kian memperkuat tekad untuk diwujudkan dalam tindakan nyata selama tahun 2009 kelak bagi sesama kita. Yakinilah Tuhan ada bersama mereka yang lapar, mereka yang miskin, mereka yang tersisihkan, mereka yang terbuang, mereka yang terpenjara dan mereka yang tidak pernah disentuh. Tuhan ada bersama mereka. Dan Tuhan tidak ada bersama Anda dan saya, jika kita mementingkan diri kita, meninggikan nama kita dan mempertinggi prestise kita. Oleh sebab itu tendang jauh-jauh jargon : Untuk Kalangan Sendiri. Selamat Hari Natal 2008 bagi Anda & Keluarga.