Tuhan membenci orang-orang penakut. Penakut yang bukan takut padaNya, melainkan penakut karena lebih takut pada iblis ketimbang Dirinya. Makanya ada Firman yang bilang takutilah Dia yang dapat menendang kita masuk ke dalam neraka. Mohon dibayangkan jika kita ditendang olehNya, itu artinya adalah bokong kita yang ditendang sebab bokong merupakan area ideal secara mekanika untuk membuat tubuh kita terlempar.
Sungguhkah orang kristen itu penakut ? Dengan berat hati kita harus akui bahwa demikianlah adanya. Contoh dua hari ini saya dihujani sms tentang peluncuran satelit 666 ; maka untuk itu matikanlah HP anda antara tanggal 12 – 13.05.2008. Gawatnya, sms ini tampaknya dikirim oleh orang kristen karena komplit menggunakan kata-kata lazim seperti shalom, GBU dan dengan setumpuk kutipan ayat dari Kitab Wahyu. Dan yang bikin gregetan agar sms ini diforward pada saudara seiman dengan embel-embel kalimat : ingat 1 sms (maksudnya sms yang kita akan forward) menyelamatkan 1 jiwa. Saya balas pada teman saya yang mengirimkan sms gendheng ini : jika sms bisa menyelamatkan 1 jiwa, maka Tuhan Yesus Kristus tidak perlu datang ke dunia. Adik saya Finish Winarto malah dengan marah menulis sms pada saya ; jika kayak begitu, ngapain ikut Yesus bikin capek doang … Harap maklum ini gaya orang misi kalau bicara
Ketakutan memang mengerikan. Winston Churchill bilang bahwa yang dia takuti cuma ketakutan itu sendiri. Rasa takut menghancurkan diri kita. Tapi di dalam Tuhan Yesus Kristus tidak ada ketakutan, yang ada adalah damai sejahtera. Maka saya pun ingat pada tahun 70′an ketika semua orang kristen kena euphoria akhir jaman dan begitu pula saat ini ; tampaknya ada kecenderungan kita lebih ketar-ketir soal kapan jidat kita dicap 666 dan seterusnya. Kita jadi lalai mencermati tanda-tanda jaman dan bahkan kerinduan kedatanganNya yang kedua kali. Kalau toh ada yang mendingan adalah lebih bicara soal diangkat ke langitnya ketimbang menderita habis-habisan untuk mati secara gagah demi Dia. Intinya kita semua jadi tidak fokus kepada Sang Mempelai Laki-laki itu. Sebab kita lebih takut pada iblis ketimbang kepada Bapa. Dan itu strategi yang digunakan iblis agar kita masuk neraka.
Jadi sesungguhnya yang bikin gawat adalah sikap kita semua ; tanpa kita sadari kita menyebarkan ketakutan itu dengan sms yang kita pikir sebuah langkah rohani yang terpuji. Tapi apa yang kita lakukan justeru malah memperkuat dan memperluas cengkeraman rantai ketakutan itu sendiri. Rantai itu harus kita patahkan dengan cara delete dan tanpa harus kita forward pada siapa pun. Sekalian hemat pulsa dan kagak bikin dosa.
Tanamkanlah di dalam Dia ada damai sejahtera dan bukan ketakutan. Jadi jika kita ada di dalam Dia dan Dia ada di dalam kita ; mau berapa ratus orang rebah mati di kiri kita atau berapa ribu orang rebah di kanan kita ; kita tetap akan memuji-muji Dia. Itulah mengapa pagi ini saya jadi sedih dan sebel, ketika menerima telpon pada HP saya dari seorang saudara seiman yang menggunakan telpon kantornya : lho koq dinyalakan sikh …..